Langsung ke konten utama

Penghargaan Bupati Peduli HAM

Kado Manis Akhir Tahun

Anna Sophanah Raih Penghargaan Bupati Peduli HAM

 

          Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu meraih penghargaan sebagai Bupati peduli Hak Asasi Manusia (HAM) yang diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada puncak Peringatan Hak Asasi Manusia Sedunia ke-68 tahun 2016 yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi – Surabaya, Kamis (08/12/2016).


          Keberhasilan Bupati Indramayu tersebut tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk peraturan daerah maupun peraturan bupati dan sejenisnya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan nilai-nilai humanisme.


          Seperti diketahui beberapa waktu lalu pemerintah pusat telah melakukan penilaian dan juga verivikasi terhadap Kabupaten Indramayu. Hasilnya, Kabupaten Indramayu masuk nominasi sebagai daerah yang peduli terhadap penghormatan hak asasi manusia.


          Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah seperti yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu menjelaskan, yang menjadi ciri khas bagi kebijakan di Kabupaten Indramayu adalah setiap regulasi dan aplikasi di lapangan selalu memperhatikan nilai kemanusiaan. Sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak bersinggungan dan bertentangan dengan masyarakat.


          "Kita menegakan aturan namun demikian juga kita harus memperhatikan sisi kemanusiaan. Kita sering menertibkan para PKL yang membandel karena mengganggu ketertiban umum, namun demikian dalam pelaksanannya kita lakukan berkali-kali dengan pendekatan kemanusiaan terlebih dahulu sebelum ditertibkan. Bahkan kita juga sediakan lahan penggantinya terlebih dahulu jika kita hendak lakukan relokasi. Karena bagaimanapun mereka adalah masyarakat kita," tegas Anna.


          Anna sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memperhatikan hak-hak sesamanya. Untuk itu, dia meminta agar seluruh aparatur di Kabupaten Indramayu lebih giat lagi bekerja, mengupayakan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat agar apresiasi pemerintah pusat itu jadi lebih bermakna.


"Saya tegaskan penghargaan ini bukanlah tujuan, tapi kita terima sebagai penyemangat untuk masa depan Indramayu untuk lebih baik lagi," tuturnya.


          Sementara itu Asisten Pemerintahan Setda Indramayu, Didi Kusmulyadi, mengatakan, penghargaan ini diterima tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Indramayu. Oleh Kementerian, Kabupaten Indramayu layak mendapatkan penghargaan karena telah memenuhi kriteria kepedulian terhadap hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman dan hak perempuan. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...