Langsung ke konten utama

Atlet PNS Siap Berikan Prestasi Bagi Indramayu


Atlet PNS Siap Berikan Prestasi Bagi Indramayu


          Ditengah kesibukan menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai pegawai negeri sipil (PNS), para pegawai tetap dituntut untuk tetap fit dan sehat apalagi PNS adalah sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara.

          Sebagai parameter untuk mengetahui tingkat kesehatan dan prestasi PNS dilingkungan Pemkab Indramayu dalam bidang olahraga maka digelar Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (PORPEMDA). Untuk tahun 2016 ini PORPEMDA digelar di Kota Bekasi dari tanggal 7 sampai dengan 10 Nopember 2016 mendatang.

          Kontingen Kabupaten Indramayu yang berjumlah 112 orang Jum'at (04/11/2016) pagi dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Indramayu, Ahmad Bahtiar di Alun-Alun Indramayu.

          Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Bahtiar mengatakan, atlet PORPEMDA yang berasal dari para PNS dan juga CPNS ini harus memiliki semangat juang untuk berprestasi dengan tetap mengkedepankan sportivitas demi mengharumkan nama baik Indramayu.

          Sementara itu Ketua Kontingen Kabupaten Indramayu, Odang Kusmayadi menjelaskan, dari total 112 orang tersebut terdiri dari manajer cabor 10 orang, atlet 73 orang, dan panitia sebanyak 29 orang.

          Kontingen Kabupaten Indramayu akan mengikuti 8 cabang olahraga yakni, biliar, bola basket, bola voli putra dan putri, catur, futsal, tenis lapangan putra dan putri, tenis meja, dan tarumpah panjang putra dan putri. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu

         


Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka

Rara Roga, Refleksi Sunyi Kesucian Jiwa

Rara Roga, Refleksi Sunyi Kesucian Jiwa Matahari telah lama tertidur di peraduannya. Bintang-bintang bersembunyi di balik awan kelam. Burung malam telah jauh meninggalkan sarangnya. Kicauannya menyapa dedaunan yang basah sisa hujan sore hari. Angin malam mengendap-endap dalam gelap, menelisik sisi kanan-kiri tanggul Cimanuk, mencari jejak yang telah lama hilang terkubur lumpur Gunung Papandayan. Namun, permukaan air di muara sungai Cimanuk sangat tenang. Tidak ada riak air yang bergejolak. Tidak ada turbulensi pusaran air yang besar. Apalagi banjir bandang yang menjebol tanggul dan merendam ratusan desa sepertu puluhan tahun yang silam. Malam itu hilir sungai Cimanuk sangat tenang dan teramat tenang. Seolah tidak terpengaruh dengan kebisingan dan keriuhan di atas punggungnya. Di bawah temaram lampu Taman Cimanuk, diiringi suara gamelan, tampak gadis-gadis melenggak-lenggokan badannya dengan gemulai. Tangan dan jari-jemarinya bergerak lentur mengikuti irama

Sendratari Babad Dermayu, Kisah Indramayu Dalam Tarian

        Berlatang belakang kain putih yang membentang di bawah tugu bambu runcing di alun-alun Indramayu, pagelaran seni Sendratari Babad Indramayu sangat memukau penonton. Berkolaborasi dengan dalang wayang kulit dan diiringi musik tradisional, pertunjukan tari-tarian besutan sutradara Drs. Wregul W. Darkum ini menceritakan perjalanan Kota Indramayu   dari masa ke masa sejak abad ke-5 sampai abad 17, mulai Kerajaan Manukrawa, Padjajaran, Sumedang Larang, Majapahit sampai Mataram Islam.         Pertunjukan dibuka dengan narasi dari dalang wayang kulit yang mengisahkan Indramayu abad ke-5 di bawah Kerajaan Manukrawa. Belasan penari yang berkostum kerajaan tampak melenggak-lenggok di panggung dengan gerakan yang gemulai. Setelah itu, muncul tari topeng kelana yang menjadi tarian khas Indramayu. Saat Indramayu di bawah Kerajaan Demak, belasan penari rudat yang menandakan zaman Islam bermunculan memenuhi seisi panggung. Puncak pertunjukan terjadi saat Indramayu