Langsung ke konten utama

Peringati Sumpah Pemuda Pelajar se-Indramayu Baca Ikrar Bersama

INDRAMAYU 29/10/2012 (www.humasindramayu.com) – Bertepatan dengan Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-84 tahun 2012 tingkat Kabupaten Indramayu yang digelar Senin (29/10), pelajar se-Kabupaten Indramayu menggelar ikrar bersama di hadapan Bupati Indramayu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Indramayu. Ikrar yang disampaikan perwakilan Ketua OSIS dari masing-masing sekolah itu, dilatarbelakangi oleh situasi kondisi yang berkembang saat ini yang tidak menguntungkan para pelajar.

 

Sebagaimana sering diberitakan, para pelajar setingkat SMP dan SMA mendapat sorotan negatif dari masyarakat akibat adanya ulah segelintir pelajar yang berbuat kurang baik, seperti terlibat tawuran, narkoba, gank motor, dan lain-lain. Imbasnya, pelajar pun dicap negatif. Predikat ini tentu saja merugikan pelajar lainnya karena tidak semua pelajar begitu.

 

Berlatar belakang hal itu, timbul kesadaran dari para pelajar se-Kabupaten Indramayu untuk menolak segala macam bentuk hal-hal negatif yang saat ini menjadi "trend" di kalangan pelajar. Mereka berikrar bahwa tugas dan tanggung jawab seorang pelajar adalah belajar dengan baik untuk bekal dikemudian hari, bukan tawuran apalagi terlibat narkoba.

 

Dalam ikrar tersebut, terdapat 5 (lima) point yang menjadi komitmen dari pelajar se-Kabupaten Indramayu. Kelima point itu yang dimaksud yakni: Pelajar se-Kabupaten Indramayu menolak dengan tegas segala bentuk pornografi, gank motor, narkoba, terorisme, dan radikalisme. Ikrar ini mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari para peserta apel terutama dari kalangan para pelajar dan PNS.

 

Bupati Indramayu yang menyaksikan ikrar tersebut menyampaikan rasa bangganya dengan apa yang telah diikrarkan oleh pelajar se-Kabupaten Indramayu itu. "Saya Bangga dengan ikrar yang baru saja diucapkan oleh para pelajar. Diharapkan ini bukan hanya sebuah ikrar yang tanpa makna. Namun bisa diimplementasikan bagi para pelajar itu sendiri dalam kehidupan seharí-hari," kata bupati.

 

Seusai membacakan, para pelajar tersebut kemudian menyerahkan naskah ikrar kepada Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dan juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Indramayu. (deni)

 

 



--

Kunjungi Website Kami www.humasindramayu.com Terima Kasih

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...