Langsung ke konten utama

Pemuda 3 Kecamatan Siap Jaga dan Pelihara Jembatan Pecuk

SINDANG 10/7/2012 (www.humasindramayu.com) – Keberadaan Jembatan Pecuk yang sangat vital, diyakini betul oleh para pemuda yang ada di Kecamatan Sindang, Arahan, dan Cantigi. Kesadaran para pemuda ini diwujudkan dalam bentuk ikrar bersama dihadapan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah untuk tetap menjaga secara bersama-sama jembatan itu.

 

Ikrar bersama disampaikan oleh 3 orang perwakilan pemuda yakni untuk Kecamatan Arahan diwakili Rusdira, Kecamatan Cantigi diwakili Heru Sahrul, dan Kecamatan Sindang diwakili Tayono. Terdapat 4 ikrar yang disampaikan dihadapan pimpinan di Kabupaten Indramayu tersebut.

 

Ke empat ikrar tersebut yakni para pemuda sanggup untuk menjaga dan memlihara Jembatan Pecuk dengan baik karena para pemuda sangat menyadari bahwa jembatan ini memiliki peranan penting sebagai penghubung warga di tiga kecamatan dan masyarakat Indramayu umumnya. Para pemuda siap menjaga kamtibmas dan menjalin silaturahmi antara sesama warga serta menghindari konflik. Selanjutnya, para pemuda siap mematuhi dan mentaati kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan segala bentuk peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan para pemuda wajib menyampaikan ikrar tersebut kepada seluruh komponen masyarakat dilingkungan desanya masing-masing.

 

Ikrar bersama tersebut diketahui oleh Kuwu Arahan Lor yaitu Ropidin, Kuwu Lamaran Tarung yakni Rinanto Adi S, dan Kuwu Panyindangan Kulon yaitu Taswad. Serta diketahui pula oleh para Camat, Kapolsek, dan Danramil.

 

Menanggapi adanya ikrar bersama tersebut, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah sangat terharu dan sangat mendukung apa yang dilakukan oleh para pemuda itu. Dengan adanya ikrar untuk tetap menjaga dan memlihara jembatan itu diharapkan akan muncul kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan di Kabupaten Indramayu sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. (deni/www.humasindramayu.com)



--
Terima Kasih Partisipasi Anda,
Kunjungi Website Kami www.humasindramayu.com Terima Kasih

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...