Langsung ke konten utama

50 Orang Transmigran Siap Dikirim Ke Kabupaten Ogan Ilir

INDRAMAYU 2/7/2012 (www.humasindramayu.com) – Sebanyak 50 orang transmigran asal Kabupaten Indramayu siap untuk dikirim ke Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatra Selatan. Para transmigran ini akan ditempatkan di kawasan transmgirasi UPT Tanah Abang Kecamatan Muara Kuang. Kepastian ini didapatkan setelah Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dan Bupati Ogan Ilir Ir. H. Mawardi Yahya melakukan penandatanganan kerjasama tentang penyelenggaraan program transmigrasi  yang berlangsung Senin, (2/7) di Ruang Nyi Endang Dharma Pendopo Indramayu.


Bupati Ogan Ilir Ir. H. Mawardi Yahya mengatakan, penempatan para transmigrasi ini akan dilakukan pada tahun 2013 mendatang serta bebas dan tidak tumpang tindih dengan kepentingan lain. Setiap KK yang berangkat akan mendapatkan lahan seluas 2 hektar yang diperuntukan bagi lahan pekarangan seluas 0,25 hektar (siap olah), lahan usaha I seluas 0,75 hektar (siap olah), dan lahan usaha II seluas 1 hektar (dibuka sendiri oleh warga transmigran). Kemudian selama 12 bulan sejak ditempatkan akan mendapatkan biaya jaminan hidup.


Mawardi Yahya menambahkan, calon transmigran yang bisa menempati lokasi tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai calon transmigran, diantaranya berusia 18-50 tahun, belum pernah menjadi transmigran, mempunyai keterampilan sesuai dengan kebutuhan dibidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kerajinan, dan pertukangan.


"Kami proyeksikan para transmigran ini menempati areal perkebunan karet, dan lahan yang disediakan juga diharapkan untuk pengembangan perkebunan karet. Jika perkebunan karet ini bisa dijalankan, maka para transmigran bisa mendapatkan penghasilan kotor 7,5 juta per bulan." Kata Mawardi.


Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengungkapkan, penempatan para transmigran asal Kabupaten Indramayu di daerah tujuan selama ini telah dilakukan dibeberapa tempat yakni pada tahun 2006 menempatkan 30 KK untuk di Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan), dan Kabupaten Katingan (kalimantan Tengah). Tahun 2007 menempatkan 30 KK yakni di Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah) sebanyak 20 KK dan Kabupaten Bulungan (Kalimantan Timur) sebanyak 10 KK.

 

Selanjutnya pada tahun 2008 menempatkan 10 KK yakni di Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan). Tahun 2009 menempatkan 24 KK yakni untuk di Kabupaten Kutai Timur (Kalimantan Timur) sebanyak 9 KK, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan) sebanyak 15 KK. Sedangkan pada tahun 2010 tidak ada penempatan, dikarenakan daerah tujuan yang dialokasikan belum pernah dilaksanakan penjajagan dan kurang diminati masyarakat, dan tahun 2011 menempatkan 9 KK untuk di Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara). Sementara untuk tahun 2012 ini, direncanakan menempatkan 15 KK ke Kabupaten Sukamara (Kalimantan Tengah). (deni/www.humasindramayu.com)

 

 

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...