Langsung ke konten utama

“Ibu Bupati Saya Mau Tas Yang Bagus”

INDRAMAYU 8/5/2012 (www.humasindramayu.com) – Penggalan kalimat tersebut diucapkan oleh Pipit (21) seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Gandasari yang terletak di jalan D.I. Panjaitan Indramayu, ketika berdialog dengan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dalam kunjungan mendadaknya ke sekolah tersebut Selasa pagi (8/5). Mendengar keinginan siswa yang dilontarkan langsung, bupati segera meresponnya dengan segera mewujudkan keinginan dari anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut.

 

Begitu datang di sekolah itu, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah langsung masuk ke ruang kelas yang diisi oleh 8 siswa, di kelas ini bupati menyempatkan diri untuk mengenal lebih jauh dengan para siswa dengan menanyakan nama dan asal tempat tinggal mereka. Setelah itu, dengan penuh keibuan, Anna Sophanah mencoba ikut mengajarkan beberapa bilangan matematika dan mengajarkan cara menulis dengan mecoba menuntun siswa dengan memegang tangannya.

 

Selanjutnya, dengan mencoba membesarkan hati  para siswa, Anna Sophanah yang dampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Indramayu Drs Wawan  sedikit memberikan  semangat dan support serta menanyakan apa yang menjadi keinginan dari anak-anak itu. Secara sepontan seorang siswa Pipit (21) asal Desa Tegalurung yang semula malu-malu dengan tegas menjawab bahwa dirinya menginginkan tas yang bagus untuk dirinya ke sekolah. "Ibu bupati saya mau tas yang bagus sama bukunya juga." Kata Pipit.

 

Mendegar permintaan itu, Anna Sophanah berjanji untuk segera mengirimkan tas dan buku yang menjadi keinginan para siswa itu sesegera mungkin. "Walaupun kondisi mereka demikian, mereka harus tetap mendapatkan perhatian khusus baik dari lingkungan maupun keluarganya. Kami dari pemerintah daerah tetap akan memperhatikan mereka." katanya.

 

Kunjungan mendadak Bupati Indramayu di SLB ini diakhiri dengan foto bersama dengan para siswa di kelas itu, raut muka senang dan gembira terpancar dari para siswa yang dikunjungi bupati pada hari itu. Bahkan dengan manja Pipit langsung memeluk orang nomor satu di Indramayu ini ketika melakukan foto bersama. Sebelumnya kunjungan mendadak Bupati Indramayu ini diawali di SDN Karanganyar I untuk melihat pelaksanaan UN pada hari kedua. (deni/www.humasindramayu.com)

 

 

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka

Rara Roga, Refleksi Sunyi Kesucian Jiwa

Rara Roga, Refleksi Sunyi Kesucian Jiwa Matahari telah lama tertidur di peraduannya. Bintang-bintang bersembunyi di balik awan kelam. Burung malam telah jauh meninggalkan sarangnya. Kicauannya menyapa dedaunan yang basah sisa hujan sore hari. Angin malam mengendap-endap dalam gelap, menelisik sisi kanan-kiri tanggul Cimanuk, mencari jejak yang telah lama hilang terkubur lumpur Gunung Papandayan. Namun, permukaan air di muara sungai Cimanuk sangat tenang. Tidak ada riak air yang bergejolak. Tidak ada turbulensi pusaran air yang besar. Apalagi banjir bandang yang menjebol tanggul dan merendam ratusan desa sepertu puluhan tahun yang silam. Malam itu hilir sungai Cimanuk sangat tenang dan teramat tenang. Seolah tidak terpengaruh dengan kebisingan dan keriuhan di atas punggungnya. Di bawah temaram lampu Taman Cimanuk, diiringi suara gamelan, tampak gadis-gadis melenggak-lenggokan badannya dengan gemulai. Tangan dan jari-jemarinya bergerak lentur mengikuti irama

Sendratari Babad Dermayu, Kisah Indramayu Dalam Tarian

        Berlatang belakang kain putih yang membentang di bawah tugu bambu runcing di alun-alun Indramayu, pagelaran seni Sendratari Babad Indramayu sangat memukau penonton. Berkolaborasi dengan dalang wayang kulit dan diiringi musik tradisional, pertunjukan tari-tarian besutan sutradara Drs. Wregul W. Darkum ini menceritakan perjalanan Kota Indramayu   dari masa ke masa sejak abad ke-5 sampai abad 17, mulai Kerajaan Manukrawa, Padjajaran, Sumedang Larang, Majapahit sampai Mataram Islam.         Pertunjukan dibuka dengan narasi dari dalang wayang kulit yang mengisahkan Indramayu abad ke-5 di bawah Kerajaan Manukrawa. Belasan penari yang berkostum kerajaan tampak melenggak-lenggok di panggung dengan gerakan yang gemulai. Setelah itu, muncul tari topeng kelana yang menjadi tarian khas Indramayu. Saat Indramayu di bawah Kerajaan Demak, belasan penari rudat yang menandakan zaman Islam bermunculan memenuhi seisi panggung. Puncak pertunjukan terjadi saat Indramayu