Langsung ke konten utama

Bupati Lepas Siswa SMK ke Malaysia

INDRAMAYU 25/5/2012 (www.humasindramayu.com) – Sebanyak 147 siswa SMK di Indramayu dilepas Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah untuk mengikuti kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di negara Malaysia selama satu tahun. Pelepasan dilakukan di Pendopo Raden Bagus Aria Wiralodra, Jum'at (25/5) yang dihadiri seluruh peserta dan orang tua murid.

 

Siswa SMK yang dilepas tersebut berasal dari SMK Nasional sebanyak 104 orang dan SMK NU Kertasmaya sebanyak 43 orang. Pada Prakerin itu, siswa akan menimba ilmu secara langsung dari berbagai perusahaan tambang dan mencoba mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat selama sekolah.

 

Kepala SMK Nasional Indramayu H. Supito Wirakusumah mengatakan,  selama ini banyak sekali permintaan dari perusahaan nasional dan juga luar negeri akan kebutuhan tenaga trampil pada sektor pertambangan. "Prakerin ini merupakan upaya untuk memberikan tambahan ilmu dan pengalaman bagi para siswa sebelum mereka memasuki dunia kerja. Kemudian selama mereka Prakerin, para siswa akan mendapatkan penghasilan sekitar 1,5 – 2 juta per bulan dari perusahaan yang menjadi tempat Prakerin." kata Supito.

 

Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengungkapkan, apa yang dilakukan SMK Nasional ini harus mendapatkan apresiasi dari sekolah lain. Prakerin yang dilakukan dinegara lain diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan dan kualitas dari siswa yang mengikutinya. Keberadaan siswa SMK di Indramayu terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Sebelumnya, pemerintah kota Jepang tertarik dengan para siswa SMK Indramayu terutama yang ada di jurusan perikanan dan kelautan.

 

Pada kesempatan itu bupati berharap, agar siswa yang mengikuti Prakerin ini bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada. Selain itu juga bisa membawa nama baik Indramayu ke negara lain dan bisa diperhitungkan oleh negara lain. (deni/www.humasindramayu.com)

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...