Langsung ke konten utama

Peringatan 1 Muharram, Hadirkan Mantan Biarawati

INDRAMAYU 9/12/2011 (www.humasindramayu.com) – Peringatan 1 Muharram di Pendopo Kabupaten Indramayu yang berlangsung Kamis malam (8/12) sangat luar biasa. Pasalnya, panitia menghadirkan seorang penceramah yang merupakan mantan biarawati yakni Hj. Irena Handono.

 

Ribuan umat islam yang memadati pendopo tak beranjak dari temapt duduk karena mereka ingin mengetahui apa yang diucapkan oleh lulusan Institut Filsafat Teologia Katolik tersebut. Bahkan keseriusan mendengarkan ceramah juga ditunjukan oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah bersama DR. H. Irianto MS. Syafiuddin dan juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Muspida).

Dalam ceramahnya Hj. Irena Handoyo menjelaskan saat ini jaman sudah terbalik, khususnya untuk umat Islam. Harusnya pada malam 1 Muharam banyak kegiatan di masjid-masjid untuk menyambut datangnya tahun baru islam, tapi justru malah sepi.

Selain itu, hendaknya semua masyarakat muslim bisa lebih mencintai dan membudayakan kebudayaan islam. Dirinya menilai, saat ini telah terjadi erosi percaya diri khususnya generasi muda. "Saya sangat menyayangkan. Mudah-mudahan kedepan, umat muslim akan lebih cinta dan memahami kultur budaya sendiri," paparnya.

Pada kesempatan itu juga, Hj. Irene Handono selalu memberikan penjelasan tentang perbedaan agama antara yang pernah dianut sebelumnya dengan saat sekarang yang tengah diyakininya.

Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengatakan, momentum tahun baru islam diharapkan menjadi suatu kebangkitan spiritual bagi umat muslim di Indramayu untuk menuju ke arah yang lebih baik lagi.

"Pergantian tahun baru islam ini diharapakan bisa menjadikan kita sebagai manusia yang selalu berubah menuju ke arah yang lebih baik. Bukan hanya peningkatan nilai spiritual, Namun juga  peningkatan kinerja secara duniawi terus ditingkatkan, sehingga kita menjadi orang yang beruntung." Kata bupati. (deni/www.humasindramayu.com)

 

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...