Langsung ke konten utama

Bupati Canangkan Imunisasi Campak dan Polio

INDRAMAYU 18/10/2011 (www.humasindramayu.com) – Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mencanangkan kegiatan Kampanye Imunisasi  Campak dan Polio tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2011 di Posyandu Mawar Kelurahan Karangmalang Selasa (18/10). Pemberian imunisasi Campak dan Polio ini merupakan upaya untuk memutus mata rantai penularan Campak dan Polio bagi anak balita usia 9-59 bulan (Campak) dan usia 0-59 bulan (Polio).

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. H. Suwardi Astradipura, MARS mengatakan, sesuai dengan Resolusi Majelis Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2003, Indonesia memiliki komitmen untuk menurunkan kematian dan kecacatan akibat campak dengan melaksanakan kampanye atau crash program. Kemudian beradasarkan kajian terhadap laporan cakupan imunisasi rutin dan tambahan data surveilans Campak dan Polio serta survey cakupan yang berkaitan dengan cakupan imunisasi yang dilakukan oleh Depkes, WHO dan UNICEF pada tahun 2009 maka perlu dilakukan pemberian imunisasi tambahan.

 

Anak Balita yang menjadi sasaran yaitu sebanyak 140.951 anak usia 0-59 bulan mendapatkan imunisasi polio, dan anak Balita usia 9-59 bulan sebanyak 109.919 anak mendapatkan imunisasi campak dan polio. Kegiatan ini akan dilaksanakan sejak tanggal 18 Oktober s.d. 18 Nopember 2011 dan bertempat di Posyandu, Puskesmas, Pustu, dan juga Praktek dokter swasta.

 

Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah berharap, kamapanye Imunisasi Campak dan Polio ini bisa diikuti oleh para orang tua yang memiliki balita. Masyarakat harus bisa membawa balitanya ke tempat-tempat yang disediakan dan anaknya harus di imunisasi Campak dan Polio demi perkembangan anak-anaknya.

 

"Pergi ke Posyandu tidak dipungut biaya, malahan balita yang datang ke Posyandu diberikan makanan tambahan. Untuk itu dengan adanya imunisasi Campak dan Polio ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi masa depan anak-anaknya," harap bupati. (deni/www.humasindramayu.com)

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...