Langsung ke konten utama

Petani Indramayu Ngebut Bikin Garam

 

INDRAMAYU 08/09/2011 (www.humasindramayu.com) - Kabupaten Indramayu yang memiliki pantai sepanjang 114 km dikenal sebagai daerah produsen garam. Sebanyak 4.803 petani garam di Indramayu dalam setahun memproduksi 104 ribu ton garam.

 

Produksi garam yang dihasilkan masyarakat Indramayu dikirim ke luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Lampung, dan kota-kota lain untuk keperluan konsumsi rumah tangga maupun industri makanan, tekstil, penyamakan kulit hingga pengeboran minyak.

 

Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Industri dan Perdagangan Indramayu, Yayat Supriatna mengemukakan, produksi garam tahun 2011 ini lebih baik dibanding tahun 2010 di mana saat itu produksi garam 0 kg karena adanya anomaly cuaca.

 

Disebutkannya, lahan penggaraman rakyat di Indramayu terdapat di 3 Kecamatan yaitu Losarang seluas 923 ha, Kandanghaur 190 ha, dan Krangkeng 488 ha. Masa panen garam dalam 1 musim berlangsung selama 90 hari. Mulai Agustus – Oktober. Produksi garam rata-rata mencapai 65 ton/ha.

 

Tiap 1 ha lahan penggaraman dikelola 3 petani garam. Harga jual garam, kata Yayat Supriatna, ditentukan berdasarkan mekanisme pasar. Per 16 Agustus 2011 harga garam Rp 400/kg - Rp450/kg. Padahal, pemerintah menetapkan harga standar garam kualitas 1 Rp 750/kg dan kualitas 2 Rp 550/kg. Diakuinya, pada saat awal panen garam, petani sempat menikmati harga jual garam Rp 900/kg. Sekarang harganya turun. "Mudah-mudahan saat panen raya garam September 2011 harganya masih bertahan dan tidak jatuh," ujarnya.

 

Kadi (38 tahun) salah seorang petani garam di Kecamatan Losarang mengharapkan pemerintah berperan aktif membantu meningkatkan pendapatan petani dengan mempertahankan harga jual garam yang layak kisaran Rp 500 sampai Rp 600/kg. (tr/deni/www.humasindramayu.com)

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...