Langsung ke konten utama

Anna Shopanah digantikan Durrahim

INDRAMAYU - Setelah ditetapkan dan dilantik sebagai Bupati Indramayu
periode 2010 – 2015 maka kedudukan Hj. Anna Shopanah yang semula
sebagai anggota DPRD Indramayu kosong, dan kini di gantikan oleh
Durrahim yang juga dari Partai Golkar. Pelantikan Penggantian Antar
Waktu (PAW) dilakukan oleh Ketua DPRD Indramayu Abdul Rozak Muslim
dalam suatu sidang paripurna DPRD yang berlangsung Jum'at (4/2).

Melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor
171.1/Kep.178-Pem.Um/2011 tanggal 26 Januari 2011 tentang peresmian
pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Kabupaten Indramayu
pengganti antar waktu masa jabatan tahun 2009 -2014 secara resmi
kedudukan Hj. Anna Shopanah digantikan oleh Durrahim.

Pada pemilihan legislative sebelumnya perolehan suara yang diraih oleh
Durrahim adalah berada di posisi ke empat. Mantan Kuwu Desa Juntinyuat
yang kini berbisnis buah Semangka ini berharap setelah dirinya masuk
kedalam lembaga perwakilan rakyat itu bisa berbuat yang terbaik kepada
masyarakatnya.

Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Shopanah dalam sambutannya
mengatakan, kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan
dan kemasyarakatan pada dasarnya sangat tergantung pada kesiapan
aparaturnya dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawab yang
diembannya. Untuk itu, dalam rangka mencapai visi dan misi pembangunan
yang dicanangkan, diperlukan aparatur yang tanggap dan cekatan, sebab
pada hakikatnya wakil rakyat adalah pelayan masyarakat.

Kemudian proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan akan
menuntut pengabdian serta peningkatan kemampuan, disiplin,
kreativitas, sekaligus produktivitas kerja secara optimal guna
menjawab berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks. Oleh karena
itu, anggota DPRD harus mengoptimalkan tugas dan fungsinya dalam
mengakomodir berbagai permasalahan khususnya di Kabupaten Indramayu.
(deni/humasindramayu.com)

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...