Langsung ke konten utama

PRESS REALESE Sekda Serahkan Tunjangan Aparat Desa

PRESS REALES

Senin, 12 April 2010

Sekda Serahkan Tunjangan Aparat Desa dan Intensif RT/RW

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs H Supendi MSi, menyerahkan
tunjangan penghasilan tetap Kuwu dan Pamong Desa serta intensif RT/RW
se-Kecamatan Gantar, Senin (12/4) bertempat dihalaman kantor kecamatan
setempat. Hadir dalam acara tersebut, Kabag Otdes Drs H Totos S, Camat
Gantar H Cusomo SH CN beserta unsur Muspika, Ketua TP PKK Kecamatan Hj
Warinah Cusomo dan sejumlah kepala UPTD/B.

Sekda Supendi saat membacakan sambutan tertulis Bupati Indramayu DR. H
Irianto MS. Syafiuddin (Yance) mengatakan, melihat dari tugas,
wewenang, kewajiban dan hak yang diemban oleh aparatur desa maka sudah
seharusnya dan selayaknya seorang kuwu dan pamongnya memiliki
penghasilan tetap setiap bulan. Apalagi dalam Pasal 27 PP nomor 72
tahun 2005 tentang Desa menegaskan bahwa kepala desa dan perangkatnya
diberikan penghasilan setiap bulan atau tunjangan lainnya sesuai
kemampuan keuangan desa. Penghasilan tetap tersebut dianggarkan dalam
APBD Desa minimal sama dengan Upah Minimum Regional (UMR)
Kabupaten/Kota.

"Untuk itu, Pemkab Indramayu juga telah menetapkan Perda nomor 8 tahun
2006. Dimana dalam pasal 75 ditegaskan bahwa pamong desa diberikan
penghasilan tetap setiap bulan paling sedikit sesuai dengan UMR dan
tunjangan lainnya sesuai dengan kemampuan keuangan desa," katanya.

Selain Kuwu dan Pamong Desa, diserahkan pula intensif bagi Ketua RT
dan RW sesuai dengan Permendagri nomor 5 tahun 2007 tentang pedoman
penataan lembaga kemasyarakatan. "Apabila dilihat dari jumlahnya
memang tidak begitu besar. Tetapu mudah-mudahan dapat memotivasi
saudara-saduara agar lebih besersemangat dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya," tandas Sekda.

Sementara itu, Camat Cusomo optimis setelah menerima tunjangan
penghasilan tetap dan intensif ini, akan memotivasi para Kuwu, aparat
desa dan seluruh RT/RW di wilayah kerjanya untuk melaksanakan tugas
dengan sebaik-baiknya. (dens/humasindramayu)

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...