Langsung ke konten utama

Pemkab Berikan Penghargaan Bagi Wajib Pajak

 

INDRAMAYU 11/10/2011 (www.humasindramayu.com) - Pemerintah Kabupaten Indramayu selalu memberikan penghargaan bagi wajib pajak terbaik, setiap perayaan Hari Jadi Kabupaten Indramayu. Pada Perayaan Hari Jadi ke-484 Kabupaten Indramayu Tahun 2011 ini, sejumlah wajib pajak terbaik juga mendapatkan penghargaan atas dedikasi mereka.

 

Menurut Kabid Pendapatan Asli Daerah pada DPPKAD Kabupaten Indramayu Drs. Edi Santoso mengatakan, penghargaan tersebut pantas diberikan karena mereka adalah wajib pajak yang paling taat. Penghargaan ini diharapkan akan menjadi motivasi atau menjadi teladan bagi wajib pajak lainnya, agar bisa lebih taat lagi.

 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada wajib pajak yang telah melaksanakan kewajibannya dengan baik. Saya piker kalau masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak, maka dampaknya juga akan kembali kepada mereka. Karena pajak yang dibayar oleh masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan," kata Edi Santoso.

 

Adapun wajib pajak terbaik untuk pajak hotel diraih oleh Hotel Prima (terbaik I), Hotel Flamengo (terbaik II), dan Hotel Wiwi Perkasa (terbaik 3). Pajak Restoran / Rumah Makan di raih oleh RM Pesona Laut (terbaik 1), RM Kuning Ayu (terbaik 2), dan RM Cibiuk (terbaik 3). Pajak Sarang Burung Walet diraih oleh H Chamin AR (terbaik 1), Erli (terbaik 2), dan H Charlie (terbaik 3).

 

Sementara untuk Pajak Hiburan diraih oleh Sky Game Surya. Pajak Parkir terbaik diraih oleh Yogya Jatibarang. Pajak Penerangan Jalan / Non PLN diraih PT Pertamina dan Pajak Penerangan Jalan / PLN diraih UPJ Indramayu (terbaik 1), UPJ Jatibarang (terbaik 2), UPJ Haurgeulis (terbaik 3).

 

Selanjutnya untuk Pajak Reklame diraih PT Djarum (terbaik 1), CV Sigma Advertising (terbaik 2), dan CV Mulyatama Abadi (terbaik 3). Untuk Pajak Air Tanah terbaik diraih PT Chang Ju Fang, dan  Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan  diraih Jong Hana (terbaik 1), H Agus/Suharya (terbaik 2), dan PT ACS (terbaik 3). (deni/www.humasindramayu.com)

 

Postingan populer dari blog ini

Dinkes Perketat Penjualan Pil Dextro

INDRAMAYU 28/11/2012 ( www.humasindramayu.com ) – Untuk mengurangi nyawa melayang akibat over dosis konsumsi pil dextro di Kabupaten Indramayu. Dinas Kesehatan telah menyebarkan surat edaran mengenai aturan pembelian pil berwarna kuning tersebut. "Surat edaran itu saya sebarkan ke seluruh apotek, toko obat, dan puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa (27/11). Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat, maupun puskesmas untuk tidak menjual pil dextro secara sembarangan. Untuk penjualan pil dextro kepada masyarakat umum, hanya bisa maksimal sepuluh butir atau dengan resep dokter. Dedi mengakui, pil dextro merupakan obat bebas yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. Namun, mengingat banyaknya penyalahgunaan pil dexro hingga menyebabkan korban berjatuhan, maka aturan itu terpaksa diterapkan. "Jika ada apoteker yang melanggar aturan itu, maka izinnya aka...

Jembatan Pecuk Akhirnya Dibangun

INDRAMAYU 15/12/2011 ( www.humasindramayu.com ) – Harapan masyarakat di Kecamatan Arahan dan Sindang untuk memiliki jembatan akhirnya terwujud. Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan Jembatan Pecuk yang terletak di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu segera dibangun. Rencana pembangunan jembatan siap digunakan masyarakat pada 2012 mendatang. Jembatan ini sempat tertunda selama tiga tahun.   Menurut Kabid Jembatan pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu Sutiyono mengatakan, pembangunan Jembatan Pecuk dipastikan selesai setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 4,2 miliar dari pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2011. Dia menyebutkan, terhambatnya proyek pembangunan Jembatan Pecuk di Desa Panyindangan Kulon,Kecamatan Sindang karena minimnya anggaran. Sebab,kebutuhan untuk memenuhi rangka baja jembatan sepanjang 120 meter tidak bisa dianggarkan penuh melalui dana APBD. ...

Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota

Muh. Fahmi Maulana (Pemenang Lomba Gapura Perbatasan daan Desain Tugu Adipura) Gapura Bukan Sekedar Pembatas Kota   Selama ini gapura masuk suatu kota hanya sebuah tapal batas yang tanpa mengandung makna. Namun ditangan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur ini mencoba dirubah dengan makna dan filosofi yang tinggi agar bukan sekedar tapal batas namun penuh dengan makna dan kebanggaan serta penuh dengan memorable ketika masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu. Pemuda kelahiran 15 Mei 1992 ini menjelaskan, g apura yang berkonsep terbuka dan kaku bergelombang mencirikan ciri khas dan budaya asal Indramayu. Disambut dengan tulisan selamat datang berwarna emas dan di tambahkan 7 gelombang berwarna biru menjelaskan bahwa Indramayu adalah kota yang terkenal dengan pantainya. Pada desain gapura masuk Indramayu juga diberi 7 buah gelombang yang mengingatkan hari lahir Indramayu   serta ada ikon se...